Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal (BPPMDDT) Makassar menggelar rapat pembahasan hasil penjajakan sebagai langkah untuk memantapkan kesiapan pelaksanaan pelatihan luring yang akan diselenggarakan pada bulan ini. Rapat ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh tahapan pelatihan dapat berjalan secara optimal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa di lokasi sasaran.


Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala BPPMDDT Makassar, Bapak Drs. Andi Muhammad Urwah, M.Si., Kepala Sub Bagian Tata Usaha BPPMDDT Makassar, Bapak Andi Ihsan Ramadhan, S.T.P., M.Si., serta seluruh Tim Penjajakan, pemandu, dan panitia pelatihan BPPMDDT Makassar. Seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan pelatihan hadir untuk menyatukan persepsi dan menyelaraskan rencana kerja.


Dalam rapat ini, Tim Penjajakan memaparkan hasil observasi lapangan yang telah dilakukan, meliputi kondisi fasilitas di lokasi pelatihan, situasi lingkungan setempat, serta data desa yang akan menjadi sasaran pelatihan. Paparan tersebut menjadi dasar penting dalam menyusun strategi pelatihan agar materi, metode, dan pendekatan yang digunakan benar-benar relevan dengan kondisi riil di lapangan.


Rapat dipimpin langsung oleh Kepala BPPMDDT Makassar. Dalam arahannya, beliau menegaskan agar hasil rapat ini dijadikan acuan utama bagi seluruh pemandu dan panitia sebelum terjun ke lokasi pelatihan, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kapasitas masyarakat desa.

β€œRapat ini menjadi sangat penting karena hasil penjajakan di lapangan harus benar-benar menjadi dasar dalam pelaksanaan pelatihan. Dengan memahami kondisi riil di lokasi, pemandu dan panitia diharapkan mampu melaksanakan pelatihan secara lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kapasitas masyarakat desa,” ujar Kepala BPPMDDT Makassar, Drs. Andi Muhammad Urwah, M.Si.


Adapun wilayah penjajakan yang telah dilakukan oleh tim tersebar di enam kabupaten di Pulau Sulawesi, yaitu Kabupaten Minahasa Tenggara (Provinsi Sulawesi Utara), Kabupaten Poso (Provinsi Sulawesi Tengah), Kabupaten Polewali Mandar (Provinsi Sulawesi Barat), Kabupaten Konawe Kepulauan (Provinsi Sulawesi Tenggara), Kabupaten Gorontalo (Provinsi Gorontalo), serta Kabupaten Kepulauan Selayar (Provinsi Sulawesi Selatan).


Melalui rapat ini, BPPMDDT Makassar berharap pelaksanaan pelatihan luring dapat berjalan lebih terencana, terukur, dan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat desa, khususnya dalam upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan percepatan pembangunan di wilayah desa dan daerah tertinggal.